Disnak Keswan Kaltim Gencarkan Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 1445 H

Disnak Keswan Kaltim Gencarkan Pengawasan Menyeluruh Hewan Kurban Sambut Iduladha 1445 H

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Provinsi Kalimantan Timur bersama dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota tengah aktif menerjunkan tim khusus. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan kelayakan dan kesehatan hewan kurban secara menyeluruh menjelang perayaan Iduladha 1445 Hijriah yang akan tiba sebentar lagi. Pengawasan ketat dilakukan mulai dari hulu, yakni lapak pedagang dan tempat penggemukan hewan, hingga hilir, yaitu lokasi penyembelihan di masjid-masjid dan rumah potong hewan (RPH).

Plh. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnak Keswan Provinsi Kaltim, Dyah, menegaskan bahwa upaya pengawasan ini merupakan agenda rutin tahunan yang diperketat demi menjamin hewan kurban yang sehat dan aman dikonsumsi oleh masyarakat. Tim gabungan ini bertugas memeriksa kondisi fisik hewan, dokumen kesehatan, serta menelusuri riwayat vaksinasi untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Pengawasan Menyeluruh untuk Kurban Sehat dan Aman

Tim pengawas Disnak Keswan Kaltim menyisir berbagai titik vital dalam rantai pasok hewan kurban. Fokus utama adalah pada deteksi dini potensi penyakit, terutama Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) yang sempat menjadi perhatian nasional. Pemeriksaan tidak hanya melibatkan aspek kesehatan hewan, tetapi juga kondisi kandang, kebersihan lingkungan, dan cara penanganan hewan oleh pedagang atau peternak.

Petugas di lapangan dibekali dengan daftar periksa standar yang meliputi:

  • Pemeriksaan fisik hewan secara menyeluruh (mata, hidung, mulut, kulit, kaki).
  • Usia hewan yang memenuhi syarat syariat Islam (minimal 2 tahun untuk sapi, 1 tahun untuk kambing/domba).
  • Tidak ditemukan cacat fisik yang menghalangi keabsahan kurban (misalnya pincang, buta, kurus sekali).
  • Dokumentasi asal-usul dan riwayat kesehatan, termasuk vaksinasi.
  • Sertifikat kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal jika hewan didatangkan dari luar Kaltim.

Dyah menambahkan bahwa kolaborasi dengan dinas terkait di kabupaten/kota sangat vital untuk memastikan jangkauan pengawasan yang luas dan efektif di seluruh wilayah Kaltim. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kualitas pangan hewani dan kepercayaan umat Muslim dalam menjalankan ibadah kurban.

Fokus Pemeriksaan dan Pencegahan Penyakit

Pencegahan penyakit menjadi prioritas utama tim pengawas. Mengingat ancaman PMK dan LSD, petugas secara khusus melakukan pemeriksaan intensif terhadap gejala-gejala klinis penyakit tersebut, seperti luka pada mulut dan kuku, demam, atau benjolan pada kulit. Hewan yang terindikasi sakit akan segera dipisahkan dan ditindaklanjuti sesuai prosedur kesehatan hewan yang berlaku. Langkah ini bukan hanya melindungi penerima daging kurban, tetapi juga mencegah penyebaran penyakit ke populasi hewan lain.

Edukasi kepada para pedagang dan panitia kurban di masjid-masjid juga menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini. Mereka diberikan informasi mengenai tanda-tanda hewan sehat, cara penanganan yang baik, serta prosedur penyembelihan yang higienis sesuai dengan standar syariat dan kesehatan. Tujuan akhirnya adalah meminimalkan risiko kontaminasi dan memastikan daging kurban layak konsumsi.

Peran Kolaboratif Dinas dan Edukasi Masyarakat

Pengawasan hewan kurban ini melibatkan sinergi berbagai pihak, termasuk Dinas Pertanian dan Peternakan di tingkat kota/kabupaten, dan mungkin juga pihak kepolisian untuk kelancaran distribusi. Setiap daerah memiliki tim yang siap bergerak untuk merespons laporan atau temuan di lapangan. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan hewan kurban yang dicurigai tidak sehat atau tidak memenuhi syarat.

Sebagai informasi tambahan bagi masyarakat, Kementan RI juga rutin menerbitkan panduan pemilihan hewan kurban yang sehat dan berkualitas, yang menjadi rujukan nasional bagi semua pihak. Panduan ini mencakup kriteria umum hewan kurban, tips sebelum membeli, hingga cara penanganan daging setelah penyembelihan.

Komitmen Jaga Keamanan Pangan dan Kepercayaan Umat

Program pengawasan ini adalah refleksi dari komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat dan menyeluruh, diharapkan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan penuh berkah. Kepercayaan umat terhadap pemerintah dalam penyediaan hewan kurban yang berkualitas juga menjadi tolok ukur keberhasilan program ini. Upaya serupa secara rutin dilakukan setiap tahun, menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga standar kesehatan hewan di Kaltim.

Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah kurban maupun yang akan menerima distribusinya. Kualitas dan keamanan hewan kurban adalah tanggung jawab bersama, dari peternak, pedagang, pemerintah, hingga panitia kurban, demi tercapainya Iduladha yang sehat dan bermakna.