Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta Geruduk Rektorat, Desak Penuntasan Kasus Kekerasan Seksual
Ratusan mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta melancarkan aksi unjuk rasa di rektorat, secara tegas mendesak pihak kampus untuk segera menuntaskan kasus kekerasan seksual yang mencoreng nama baik institusi pendidikan tersebut. Aksi yang berlangsung damai namun penuh determinasi ini menjadi sorotan, terutama setelah Rektor UPN Veteran Yogyakarta menyatakan komitmennya untuk menindak tegas para pelaku.
Demonstrasi yang didominasi oleh suara-suara korban dan aktivis perlindungan perempuan ini menuntut respons cepat dan transparan dari rektorat. Mereka membawa spanduk dan poster yang menyuarakan solidaritas terhadap korban serta mendesak penerapan mekanisme penanganan kasus yang berpihak kepada penyintas. Aksi ini menyoroti masih banyaknya kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus yang kerap kali tidak tertangani dengan serius, bahkan cenderung ditutupi.
“Kami datang ke sini bukan untuk bernegosiasi, melainkan untuk menuntut keadilan. Kasus kekerasan seksual bukanlah isu personal, melainkan kejahatan serius yang memerlukan tindakan hukum dan sanksi akademik yang jelas,” tegas salah satu koordinator aksi di hadapan massa yang memadati area rektorat.
Tuntutan Mahasiswa dan Janji Rektorat
Dalam orasinya, para mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan kunci kepada pimpinan universitas:
- Mendesak pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan perwakilan mahasiswa dan pakar hukum untuk menjamin objektivitas penanganan kasus.
- Memastikan perlindungan penuh bagi korban dan saksi dari segala bentuk intimidasi atau viktimisasi ulang.
- Menerapkan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku, termasuk pemecatan dosen atau dikeluarkan mahasiswa yang terbukti melakukan kekerasan seksual.
- Meninjau ulang dan memperkuat mekanisme pelaporan serta pendampingan korban di kampus, agar lebih mudah diakses dan berpihak.
- Mewajibkan edukasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual secara berkala kepada seluruh civitas akademika.
Menanggapi seruan mahasiswa, Rektor UPN Veteran Yogyakarta, yang identitasnya tidak disebutkan dalam laporan awal, akhirnya menemui perwakilan mahasiswa. Dalam pertemuan tersebut, rektor berjanji akan menindak tegas pelaku sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan universitas yang berlaku. Ia juga menyatakan komitmen untuk tidak menutup-nutupi kasus dan menjamin proses yang transparan. “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan seksual di kampus ini. Siapa pun pelakunya, akan kami tindak tegas,” ujar rektor di hadapan perwakilan mahasiswa.
Membangun Ekosistem Kampus Aman: Lebih dari Sekadar Janji
Janji rektorat untuk menindak tegas pelaku kekerasan seksual tentu merupakan langkah awal yang positif. Namun, pengalaman menunjukkan bahwa implementasi janji tersebut seringkali menghadapi berbagai tantangan. Perlu ada upaya konkret dan berkelanjutan untuk membangun ekosistem kampus yang benar-benar aman dan berpihak kepada korban. Ini mencakup aspek preventif, penanganan, dan rehabilitatif. Kampus diharapkan mampu menerapkan panduan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual secara komprehensif.
Kasus-kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus memang bukan fenomena baru. Sebelumnya, portal berita ini juga pernah menyoroti isu serupa dalam artikel “Tantangan Implementasi Permendikbud PPKS di Lingkungan Perguruan Tinggi” pada bulan lalu, yang menggarisbawahi urgensi pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) sesuai Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021. Kejadian di UPN Veteran Yogyakarta ini sekali lagi menegaskan bahwa perjuangan menciptakan kampus bebas kekerasan masih panjang dan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen universitas.
Penting bagi rektorat untuk segera membentuk Satgas PPKS yang kredibel dan memiliki kewenangan penuh, serta memastikan anggaran yang memadai untuk operasionalisasi satgas tersebut. Komitmen verbal harus diwujudkan dalam tindakan nyata, sehingga tidak hanya kasus saat ini yang tertangani, tetapi juga mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang. Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta telah menyuarakan harapan dan tuntutan mereka; kini bola ada di tangan pimpinan universitas untuk membuktikan komitmennya terhadap lingkungan akademik yang aman dan bermartabat.