Bulan Madu Berakhir, Persebaya Terus Terpuruk di Tangan Bernardo Tavares
Harapan tinggi yang menyertai kedatangan Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya kini mulai memudar. Setelah periode awal yang menjanjikan, Bajul Ijo kini dihadapkan pada realitas pahit rentetan kekalahan. Situasi ini bukan sekadar kemunduran biasa, melainkan alarm serius yang menyoroti sejumlah masalah fundamental di tubuh tim. Publik dan para Bonek, suporter setia Persebaya, jelas merasakan kekecewaan mendalam atas performa tim yang inkonsisten.
Dua kekalahan beruntun yang baru saja dialami, terutama dengan skema kebobolan yang berulang, memaksa Tavares untuk berbicara terus terang. Pelatih asal Portugal ini tidak lagi ragu membongkar ‘penyakit’ kronis yang menghantui Persebaya, sebuah masalah yang jika tidak segera ditangani, berpotensi menyeret tim lebih jauh ke zona degradasi. Sorotan utama Tavares tertuju pada kerentanan lini belakang, khususnya dalam mengantisipasi situasi bola mati atau set-piece.
Anatomi Masalah: Mengapa Set-Piece Menjadi Momok Persebaya?
Pernyataan Bernardo Tavares bahwa Persebaya “hobi kebobolan dari set-piece” bukan sekadar retorika, melainkan hasil pengamatan tajam yang didukung data lapangan. Ini menunjukkan adanya pola kelemahan yang sistematis dan berulang. Setidaknya ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab utama dari permasalahan ini:
- Konsentrasi dan Komunikasi yang Buruk: Dalam situasi bola mati, fokus dan komunikasi antarpemain bertahan menjadi kunci. Kesalahan sekecil apa pun, baik itu salah penjagaan, terlambat bereaksi, atau miskomunikasi, dapat berakibat fatal.
- Taktik Pertahanan Set-Piece yang Tidak Efektif: Apakah Persebaya menggunakan sistem man-marking, zonal marking, atau kombinasi keduanya? Jika taktik yang diterapkan tidak sesuai dengan karakteristik pemain atau lawan, hasilnya bisa menjadi bumerang. Kurangnya variasi dalam skema bertahan set-piece juga bisa membuat lawan mudah membaca.
- Postur dan Kemampuan Duel Udara: Ketersediaan pemain dengan postur tinggi dan kemampuan duel udara yang mumpuni sangat vital dalam menghalau bola-bola atas dari set-piece. Jika Persebaya kekurangan aspek ini, atau pemain yang ada tidak memaksimalkan potensi mereka, kebobolan menjadi tak terhindarkan.
- Transisi Bertahan yang Lambat: Seringkali, masalah set-piece bukan hanya saat bola dieksekusi, tetapi juga pada transisi setelahnya. Pemain yang kehilangan bola atau tidak berada di posisi seharusnya saat bola mati dieksekusi akan menjadi celah besar.
- Psikologis Tim: Rentetan kekalahan bisa memengaruhi mental pemain. Ketika kepercayaan diri menurun, kesalahan-kesalahan dasar, termasuk dalam menjaga konsentrasi saat set-piece, cenderung lebih sering terjadi. Ini menjadi lingkaran setan yang sulit diputus.
Menganalisis performa Persebaya dalam beberapa pertandingan terakhir, khususnya dua kekalahan beruntun ini, jelas terlihat bahwa gawang Bajul Ijo seringkali bobol dari skema tendangan sudut atau tendangan bebas langsung. Ini menunjukkan bahwa tim lawan telah menemukan titik lemah Persebaya dan mengeksploitasinya secara maksimal. Ini juga mengindikasikan bahwa latihan yang berfokus pada pertahanan set-piece belum membuahkan hasil optimal, atau bahkan taktik yang ada perlu dievaluasi ulang secara menyeluruh.
Tekanan di Pundak Bernardo Tavares dan Ekspektasi Bonek
Bernardo Tavares kini berada di bawah tekanan besar. Sebagai pelatih baru, ia memiliki waktu untuk beradaptasi, namun ekspektasi tinggi dari manajemen dan suporter Persebaya tidak bisa diabaikan. Kehilangan poin secara beruntun membuat posisi Persebaya di klasemen semakin tidak nyaman. Hal ini memaksa Tavares untuk segera menemukan solusi konkret. Pengakuannya mengenai ‘penyakit’ tim menunjukkan kesadarannya, namun publik menanti aksi nyata.
Persebaya, dengan sejarah panjang dan basis suporter militan, tidak mentolerir performa yang biasa-biasa saja. Setiap kekalahan, apalagi dengan skema yang berulang, akan selalu menjadi bahan evaluasi kritis. Kondisi ini sedikit banyak mengingatkan pada awal musim di mana Persebaya juga mengalami pasang surut sebelum Tavares datang, yang mana perubahan di kursi kepelatihan seringkali menjadi jalan keluar. Tentu saja, kali ini diharapkan Tavares mampu mengatasi masalah tanpa harus melalui jalur serupa.
Langkah Strategis untuk Perbaikan Jangka Pendek dan Panjang
Untuk mengatasi masalah set-piece yang kronis ini, beberapa langkah strategis perlu segera diimplementasikan oleh Bernardo Tavares dan staf pelatih:
- Analisis Video Mendalam: Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap insiden kebobolan dari set-piece untuk mengidentifikasi kesalahan individu dan kolektif.
- Latihan Khusus Set-Piece: Meningkatkan intensitas dan variasi latihan pertahanan set-piece, termasuk skenario zonal, man-marking, dan hybrid. Simulasi situasi pertandingan dengan tekanan tinggi harus menjadi prioritas.
- Peningkatan Komunikasi: Mendorong komunikasi yang lebih efektif di antara pemain bertahan, terutama penjaga gawang sebagai koordinator lini belakang.
- Penguatan Mental: Mengadakan sesi psikologis untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain dan memastikan mereka tetap fokus sepanjang 90 menit pertandingan.
- Rotasi Pemain: Jika diperlukan, Tavares mungkin harus mempertimbangkan rotasi di lini belakang untuk mencari komposisi terbaik yang memiliki kekuatan fisik dan mental yang memadai untuk menghadapi tekanan.
Masa ‘bulan madu’ memang telah usai, kini saatnya Bernardo Tavares menunjukkan kapasitasnya sebagai juru taktik andal untuk mengobati penyakit Persebaya. Keberaniannya untuk membongkar masalah adalah langkah awal yang baik, namun yang paling dinanti adalah bagaimana ia mampu mengubah kelemahan fatal ini menjadi kekuatan, demi mengembalikan Persebaya ke jalur kemenangan dan memenuhi ekspektasi para suporter setianya.