JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan bahwa 109 tiang pancang proyek monorel yang terbengkalai di sepanjang Jalan Rasuna Said telah sepenuhnya dibongkar. Tindakan tegas ini menandai langkah awal revitalisasi kawasan strategis ibu kota, dengan rencana penataan pedestrian dan taman yang ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Pembongkaran tiang-tiang tersebut membuka jalan bagi pengembangan ruang publik yang lebih humanis dan fungsional, seiring dengan visi Jakarta yang lebih hijau dan ramah pejalan kaki.
Mengakhiri Kisah Monorel yang Terbengkalai
Sejarah proyek monorel Jakarta, khususnya yang melintasi Jalan Rasuna Said, adalah narasi panjang tentang ambisi yang terhenti. Setelah bertahun-tahun tiang-tiang beton tersebut hanya menjadi ‘monumen’ kegagalan proyek infrastruktur, Gubernur Pramono Anung akhirnya mengambil keputusan krusial untuk membongkarnya. Pembongkaran ke-109 tiang ini bukan sekadar menghilangkan struktur fisik, melainkan juga menghapus simbol dari sebuah investasi publik yang tidak terealisasi dan meninggalkan pekerjaan rumah bagi pemerintah provinsi selama bertahun-tahun.
Pemerintah DKI mendasari keputusan pembongkaran ini pada berbagai pertimbangan, termasuk masalah keamanan, estetika kota, dan kebutuhan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik. Selama ini, tiang-tiang tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan dan arsitektur kota, tetapi juga menghalangi pengembangan infrastruktur lain serta menjadi potensi bahaya bagi pengguna jalan. Proyek pembongkaran yang telah berjalan melibatkan koordinasi intensif antar dinas terkait, memastikan proses berjalan lancar dan aman tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas yang padat di Jalan Rasuna Said. Keberhasilan pembongkaran ini menjadi penanda bahwa pemerintah provinsi serius dalam menyelesaikan ‘utang’ proyek masa lalu dan mengembalikan fungsi jalan utama kota.
- Total 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said telah sepenuhnya dibongkar.
- Pembongkaran bertujuan menghilangkan struktur mangkrak dan potensi bahaya.
- Proses dilakukan dengan koordinasi lintas dinas untuk kelancaran lalu lintas dan keamanan publik.
Wajah Baru Rasuna Said: Prioritas Pejalan Kaki dan Ruang Hijau
Setelah pembongkaran tiang-tiang monorel rampung, fokus selanjutnya beralih pada penataan ulang kawasan. Gubernur Pramono Anung menargetkan revitalisasi pedestrian dan taman di sepanjang Jalan Rasuna Said dapat selesai pada bulan Juni. Penataan ini bukan sekadar mempercantik, namun lebih jauh bertujuan untuk menciptakan ruang kota yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan. Desain penataan meliputi pelebaran trotoar, penyediaan jalur khusus untuk difabel, penambahan area hijau dengan pepohonan rindang dan taman kota mini, serta pemasangan fasilitas umum yang modern seperti bangku, lampu penerangan jalan, dan tempat sampah terpilah.
Peningkatan kualitas pedestrian diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih banyak berjalan kaki, mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, dan pada akhirnya berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Penambahan area hijau akan berperan sebagai paru-paru kota, membantu menurunkan suhu lokal, serta menyediakan ruang rekreasi yang nyaman bagi warga Jakarta. Proyek ini juga akan mengintegrasikan elemen seni publik dan desain urban yang mempertimbangkan aspek kultural Jakarta, menjadikannya bukan hanya koridor fungsional tetapi juga ruang ekspresi dan interaksi sosial. Harapannya, Jalan Rasuna Said akan menjadi salah satu ikon kota yang menyatukan modernitas dengan lingkungan hijau.
- Target penyelesaian penataan pedestrian dan taman pada Juni.
- Meliputi pelebaran trotoar, jalur difabel, dan fasilitas umum modern.
- Penambahan area hijau untuk paru-paru kota dan ruang rekreasi yang nyaman.
- Integrasi seni publik dan desain urban yang mempertimbangkan aspek kultural.
Membangun Jakarta yang Lebih Baik dan Berkelanjutan
Langkah yang diambil oleh Gubernur Pramono Anung ini mencerminkan komitmen pemerintah provinsi dalam mewujudkan visi Jakarta sebagai kota global yang layak huni. Pembongkaran tiang monorel dan penataan ulang Jalan Rasuna Said adalah bagian dari upaya yang lebih besar untuk mengatasi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari kemacetan, polusi, hingga minimnya ruang publik yang berkualitas. Proyek ini juga merupakan pelajaran berharga dari kegagalan masa lalu dan pentingnya perencanaan infrastruktur yang matang serta berkesinambungan agar tidak terulang di masa depan.
Pramono Anung menekankan bahwa setiap pembangunan di Jakarta harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas dan keberlanjutan lingkungan. Dengan revitalisasi Jalan Rasuna Said, diharapkan kawasan ini tidak hanya menjadi koridor bisnis yang penting, tetapi juga menjadi contoh bagi pembangunan infrastruktur yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki, keindahan kota, dan kelestarian lingkungan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memastikan bahwa dana publik digunakan secara efektif untuk proyek-proyek yang memiliki dampak positif jangka panjang bagi kehidupan seluruh warga, mewujudkan Jakarta yang lebih baik untuk semua.
- Proyek ini bagian dari visi Jakarta sebagai kota global dan layak huni.
- Mengatasi tantangan perkotaan seperti kemacetan dan minimnya ruang publik.
- Pelajaran dari kegagalan masa lalu dan pentingnya perencanaan infrastruktur yang matang.
- Memastikan penggunaan dana publik efektif untuk dampak positif jangka panjang bagi warga.