ABU DHABI – Presiden terpilih Prabowo Subianto tiba di Uni Emirat Arab (UEA) untuk melanjutkan lawatan kenegaraannya, memperkuat hubungan bilateral yang strategis antara Indonesia dan negara Teluk tersebut. Kedatangan Prabowo di UEA menjadi sorotan setelah kunjungannya yang padat di Yordania, menegaskan komitmen Indonesia dalam memperluas jejaring diplomatik dan kemitraan ekonomi di kawasan Timur Tengah. Agenda utama kunjungan ini adalah pertemuan dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), diharapkan membuka babak baru dalam kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin.
Lawatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Indonesia untuk memperdalam hubungan dengan mitra-mitra strategis di berbagai belahan dunia. Pertemuan Prabowo dengan MBZ memiliki signifikansi besar, mengingat peran sentral UEA sebagai kekuatan ekonomi dan diplomatik di kawasan. Analis politik dan ekonomi memprediksi bahwa diskusi antara kedua pemimpin akan mencakup spektrum luas, mulai dari investasi hingga kerja sama pertahanan, yang bertujuan untuk saling menguntungkan kedua negara.
Agenda Diplomatik yang Padat: Dari Yordania ke UEA
Sebelum bertolak ke UEA, Prabowo Subianto telah menuntaskan serangkaian agenda penting di Yordania. Ia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi “Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza” di Laut Mati, sebuah forum yang membahas upaya mendesak untuk membantu korban konflik di Gaza. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya gencatan senjata permanen dan penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Ia juga menyampaikan usulan Indonesia terkait kontribusi pasukan perdamaian PBB dan rehabilitasi medis bagi warga Palestina yang terluka. Partisipasinya di Yordania menunjukkan peran aktif Indonesia dalam isu-isu global dan regional, khususnya kemanusiaan, sekaligus memberikan konteks diplomatik sebelum menuju perundingan ekonomi dan strategis di UEA.
Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia-UEA
Kunjungan Prabowo ke UEA bukanlah sekadar kunjungan kehormatan, melainkan kelanjutan dari upaya berkelanjutan untuk memperdalam kemitraan strategis yang telah terjalin erat. Indonesia dan UEA memiliki hubungan yang semakin menguat, terutama sejak ditandatanganinya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) pada tahun 2022. CEPA ini menjadi landasan kuat untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi antara kedua negara. UEA memandang Indonesia sebagai pasar potensial dan mitra penting di Asia Tenggara, sementara Indonesia melihat UEA sebagai gerbang menuju pasar Timur Tengah dan Afrika, serta sumber investasi yang signifikan bagi proyek-proyek pembangunan nasional.
Hubungan bilateral ini juga telah diperkuat melalui beberapa kunjungan tingkat tinggi sebelumnya, termasuk kunjungan Presiden Joko Widodo ke UEA dan pertemuan antara Presiden MBZ dengan pemimpin Indonesia. Keberlanjutan komunikasi dan pertemuan di tingkat kepala negara menandakan komitmen kuat kedua belah pihak untuk menjaga momentum kerja sama dan mengidentifikasi peluang-peluang baru.
Investasi dan Kolaborasi di Berbagai Sektor
Pertemuan antara Prabowo dan MBZ diperkirakan akan fokus pada beberapa area kunci yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Beberapa area kolaborasi utama yang menjadi sorotan meliputi:
- Pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN): UEA telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas di IKN, melihatnya sebagai proyek mercusuar masa depan Indonesia.
- Sektor Energi Terbarukan: Indonesia dan UEA memiliki potensi besar untuk bekerja sama dalam pengembangan energi surya, hidrogen hijau, dan teknologi rendah karbon lainnya, sejalan dengan komitmen kedua negara terhadap keberlanjutan dan transisi energi global.
- Infrastruktur dan Konektivitas: Selain IKN, investasi di sektor pelabuhan, bandara, dan jalan tol juga menjadi target, guna meningkatkan konektivitas dan logistik di Indonesia, yang merupakan kunci untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
- Pertahanan dan Teknologi Digital: Peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, termasuk alih teknologi dan pelatihan, serta kolaborasi dalam pengembangan ekosistem teknologi digital, juga menjadi agenda penting.
Indonesia secara aktif ingin menarik lebih banyak modal dari UEA untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi industri, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Keterlibatan UEA, melalui lembaga investasinya seperti Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) dan Mubadala Investment Company, sangat strategis dalam merealisasikan proyek-proyek berskala besar tersebut.
Visi Masa Depan Hubungan Bilateral
Melalui kunjungan ini, Prabowo Subianto berupaya menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap kemitraan yang saling menguntungkan dengan UEA. Keberadaan Prabowo sebagai presiden terpilih memberikan sinyal positif bagi investor dan mitra di UEA mengenai stabilitas dan kelanjutan kebijakan luar negeri Indonesia. Hubungan baik personal antara pemimpin kedua negara juga diharapkan dapat memfasilitasi percepatan implementasi berbagai kesepakatan dan proyek kerja sama. Kunjungan ini merupakan bagian integral dari strategi diplomatik Indonesia untuk memperkuat posisi di kancah global dan memastikan keuntungan maksimal dari setiap kemitraan internasional. Dengan demikian, lawatan ke UEA ini bukan hanya sekadar pertemuan bilateral, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam hubungan yang lebih erat dan strategis antara Indonesia dan salah satu kekuatan ekonomi terkemuka di Timur Tengah.