WASHINGTON DC – Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menyampaikan perasaannya yang “senang” melihat Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, meninggalkan tanah Amerika dan kembali ke Inggris. Pernyataan ini sekaligus menegaskan kembali sikap skeptis dan kurang antusias Trump terhadap pasangan Duke dan Duchess of Sussex tersebut, dengan kalimat lugas, “Saya bukan penggemar mereka.”
Komentar Trump ini muncul di tengah spekulasi dan perbincangan publik mengenai status dan keberadaan pasangan kerajaan tersebut. Meskipun detail spesifik mengenai ‘kepulangan’ mereka tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Trump, pernyataannya merujuk pada persepsi atau informasi yang ia miliki bahwa pasangan tersebut telah kembali bermukim di negara asal Harry. Pernyataan ini bukan kali pertama Trump mengutarakan pandangannya terhadap Harry dan Meghan, menunjukkan konsistensi sikapnya terhadap pasangan yang pada tahun 2020 lalu membuat keputusan kontroversial untuk mundur dari tugas senior kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat.
Kehadiran Harry dan Meghan di Amerika Serikat, khususnya di California, sejak “Megxit” telah menarik perhatian global. Pasangan ini berusaha membangun kehidupan baru yang lebih mandiri secara finansial dan bebas dari sorotan intens media Inggris yang mereka keluhkan. Selama di AS, mereka aktif dalam berbagai inisiatif filantropi, mendirikan Archewell Foundation, serta menandatangani kesepakatan produksi konten multi-juta dolar dengan raksasa media seperti Netflix dan Spotify.
Latar Belakang “Megxit” dan Kehidupan di AS
Keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle untuk mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris pada awal tahun 2020, yang kemudian dijuluki “Megxit,” menjadi salah satu berita paling menggemparkan di lingkungan kerajaan modern. Pasangan tersebut mengambil langkah itu, terdorong oleh keinginan untuk mencapai kemandirian finansial dan privasi yang lebih besar, jauh dari tekanan media tabloid Inggris yang tiada henti.
Di Amerika Serikat, Harry dan Meghan memilih Montecito, California, sebagai tempat tinggal mereka. Selama periode ini, mereka secara aktif membangun proyek dan profil baru:
- Mendirikan Archewell Inc., sebuah organisasi payung untuk inisiatif nirlaba dan produksi kreatif mereka.
- Menandatangani kontrak besar dengan Netflix untuk memproduksi film dokumenter, serial, dan program anak-anak.
- Mengamankan kesepakatan dengan Spotify untuk serial podcast eksklusif, meskipun kontrak mereka kemudian berakhir.
- Terlibat dalam advokasi isu-isu sosial, mulai dari kesehatan mental hingga kesetaraan gender dan keadilan rasial.
- Melakukan wawancara kontroversial dengan Oprah Winfrey, yang mengungkapkan ketegangan di dalam keluarga kerajaan dan pengalaman Meghan menghadapi rasisme.
Kritik dari Donald Trump bukanlah hal baru. Sebelumnya, Trump pernah menyinggung tentang pendanaan keamanan untuk pasangan ini di AS, bahkan secara terbuka menyatakan bahwa “AS tidak akan membayar untuk pengamanan mereka” dan bahwa Pangeran Harry harus membayar sendiri. Pernyataan terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun ia bukan lagi seorang presiden, Trump tetap mengikuti dan memiliki opini kuat terhadap figur publik internasional, terutama yang pernah tinggal di AS.
Implikasi “Kepulangan” dan Pandangan Konsisten Trump
Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Istana Buckingham atau dari Pangeran Harry dan Meghan Markle sendiri mengenai “kepulangan permanen” mereka ke Inggris, komentar Donald Trump memicu berbagai interpretasi. Bisa jadi, Trump merujuk pada kunjungan-kunjungan rutin pasangan tersebut ke Inggris, atau adanya persepsi publik yang berkembang mengenai kemungkinan mereka mengurangi kehadiran di AS. Apapun interpretasinya, pandangan Trump mencerminkan sebagian sentimen di kalangan masyarakat Amerika dan Inggris, yang terpecah antara dukungan terhadap pasangan tersebut dan kritik atas keputusan mereka meninggalkan tugas kerajaan.
Trump, yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang blak-blakan, seringkali tidak ragu menyampaikan pandangan pribadinya tentang figur-figur terkenal. Dalam konteks Harry dan Meghan, Trump mungkin mengartikan “Saya bukan penggemar mereka” sebagai ketidaksetujuan atas pilihan pasangan itu meninggalkan institusi kerajaan yang dihormati, atau terhadap citra publik yang mereka proyeksikan. Pernyataan ini juga dapat Trump gunakan sebagai strategi politik untuk menarik perhatian basis pendukungnya yang mungkin memiliki pandangan serupa terhadap elite global atau selebritas.
Sikap Trump terhadap pasangan ini seolah menyambung narasi yang telah ia bangun sejak Harry dan Meghan pertama kali pindah ke Amerika. Ia secara konsisten menunjukkan ketidaksetujuan atau ketidakpedulian terhadap kehadiran mereka di tanah Amerika. Komentar terbarunya ini, jika dilihat dari sudut pandang analisis politik, mungkin bukan hanya sekadar opini pribadi, melainkan juga bagian dari upaya untuk tetap relevan dalam diskursus publik dan menggarisbawahi posisi “Amerika First” yang selalu ia usung, seolah-olah mengisyaratkan bahwa “Amerika Serikat bukanlah tempat penampungan bagi para bangsawan yang meninggalkan tugasnya.”
Kisah Pangeran Harry dan Meghan Markle tetap menjadi subjek pemberitaan yang menarik perhatian global, dengan setiap langkah dan keputusan mereka selalu diawasi ketat. Komentar dari figur sekelas Donald Trump tentu saja menambah lapisan diskusi baru pada saga kerajaan yang tak kunjung usai ini, menegaskan bahwa perdebatan tentang peran monarki, privasi selebritas, dan bahkan politik internasional tetap relevan di mata publik dan para pemimpin dunia.