DELISERDANG – Momen keceriaan di sebuah pasar malam berubah menjadi pengalaman mencekam bagi puluhan pengunjung di Deliserdang setelah wahana bianglala mendadak rusak dan berhenti di tengah ketinggian. Sebanyak 30 pengunjung, termasuk anak-anak dan wanita, terjebak selama berjam-jam dalam kondisi gelap dan dingin. Petugas pemadam kebakaran (Damkar) setempat mengerahkan seluruh upaya dalam operasi penyelamatan dramatis yang berlangsung hingga dini hari, berhasil mengevakuasi seluruh korban tanpa cedera serius.
Insiden menegangkan ini terjadi pada Sabtu (27/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB di salah satu pasar malam yang ramai pengunjung di kawasan Deliserdang. Wahana bianglala, yang menjadi daya tarik utama, tiba-tiba mengalami kerusakan mesin yang menyebabkan roda raksasa itu berhenti total. Puluhan pengunjung yang sedang menikmati pemandangan malam dari ketinggian sontak panik dan berteriak meminta pertolongan.
Detik-detik Mencekam di Ketinggian
Para pengunjung yang terjebak menggambarkan suasana horor yang mereka alami. Mereka merasakan guncangan kecil sebelum wahana berhenti sepenuhnya. "Kami sedang di puncak, tiba-tiba berhenti. Awalnya kami pikir sebentar, tapi setelah 15 menit tidak bergerak, baru kami sadar ada masalah serius," ujar Rina (35), salah satu korban yang terjebak bersama dua anaknya. Ketinggian membuat sebagian besar korban merasa takut, ditambah dengan kondisi malam yang semakin larut dan suhu udara yang menurun drastis.
- Kepanikan Awal: Pengunjung di kabin-kabin bianglala berteriak meminta tolong saat wahana berhenti.
- Kondisi Terjebak: Beberapa korban terjebak di ketinggian puluhan meter, menghadapi rasa takut dan dingin yang menusuk.
- Upaya Komunikasi: Petugas di bawah mencoba menenangkan korban dan mengabarkan bantuan sedang dalam perjalanan, mengurangi sedikit kepanikan.
Operasi Penyelamatan Penuh Tantangan
Mendapatkan laporan mengenai insiden tersebut, tim gabungan dari Damkar Deliserdang, kepolisian, dan personel kesehatan segera bergerak menuju lokasi. Mereka menghadapi tantangan besar karena ketinggian wahana dan kondisi penerangan yang minim di area pasar malam. Tim Damkar segera menyusun strategi evakuasi menggunakan teknik rappelling dan tangga hidrolik, memastikan keamanan setiap individu yang akan diturunkan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Deliserdang, Bapak Edi Supriadi, menjelaskan bahwa proses evakuasi membutuhkan ketelitian dan kesabaran ekstra. "Kami harus memastikan setiap langkah aman. Ketinggian dan berat penumpang menjadi pertimbangan utama. Kami menggunakan tali pengaman ganda dan mengevakuasi satu per satu secara perlahan," terang Edi. Proses ini dimulai dari kabin tertinggi dan berlanjut hingga semua penumpang berhasil diturunkan. Evakuasi berlangsung lebih dari lima jam, berakhir sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
Sorotan Terhadap Keselamatan Wahana Pasar Malam
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya standar keselamatan yang ketat untuk wahana rekreasi, khususnya di pasar malam yang seringkali bersifat temporer. Banyak pihak mendesak adanya pemeriksaan rutin dan sertifikasi kelayakan yang lebih ketat dari pihak berwenang. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri telah mengeluarkan panduan keselamatan untuk berbagai jenis kegiatan pariwisata, termasuk wahana rekreasi, yang perlu diterapkan secara konsisten oleh semua pengelola.
Pemerintah daerah dan instansi terkait harus melakukan audit mendalam terhadap semua wahana yang beroperasi di wilayahnya, memastikan setiap wahana memenuhi standar operasional prosedur dan memiliki izin yang lengkap. Kejadian serupa pernah terjadi di beberapa kota lain di Indonesia, menggarisbawahi urgensi pengawasan yang berkelanjutan, sebagaimana sering diulas dalam artikel kami sebelumnya tentang pentingnya regulasi keamanan wahana rekreasi dan dampak kelalaian operasional.
Tanggung Jawab Pengelola dan Penegakan Aturan
Pihak kepolisian telah memulai penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan mesin bianglala dan ada tidaknya unsur kelalaian dari pengelola pasar malam. "Kami akan memeriksa pemilik dan operator wahana, serta mengecek dokumen perizinan dan riwayat perawatan mesin. Jika ditemukan kelalaian, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Kapolres Deliserdang, AKBP Doni Setiawan.
Seluruh korban segera menjalani pemeriksaan kesehatan setelah berhasil dievakuasi. Meskipun tidak ada luka fisik serius yang dilaporkan, beberapa korban mengalami trauma dan syok ringan. Pihak pengelola pasar malam diharapkan memberikan kompensasi dan pendampingan psikologis bagi para korban. Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pengelola wahana rekreasi untuk memprioritaskan keselamatan pengunjung di atas segalanya, demi mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.